Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ekonomi TW
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 11:39:40【Kabar Kuliner】542 orang sudah membaca
PerkenalanTangkapan layar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud memaparkan materi ko

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi rumah tangga yakni sebesar 2,54 persen.
“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan utama atau sumber pertumbuhan terbesar, yaitu 2,54 persen,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Selain itu konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 juga ditopang oleh komponen net ekspor dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,15 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,59 persen.
Secara struktur, konsumsi rumah tangga menyumbang 53,14 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB), diikuti PMTB 29,09 persen dan ekspor 23,64 persen.
Baca juga: BPS: Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 capai 75,90
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara tahunan (yoy) mencapai 4,89 persen, didorong peningkatan transportasi dan komunikasi, serta restoran dan hotel, sejalan dengan meningkatnya mobilitas penduduk dan aktivitas wisatawan domestik.
Dari sisi produksi atau lapangan usaha, industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi triwulan III dengan andil 1,13 persen.
Kontribusi industri pengolahan terhadap total PDB mencapai 19,15 persen. Selain itu, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, yang jika ditotal bersama industri pengolahan menyumbang 65,02 persen dari PDB.
12Tampilkan SemuaSuka(56)
Artikel Terkait
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Prabowo: Dari 1,4 miliar porsi, MBG sukses 99,99 persen tanpa keracunan
- Badan Gizi Nasional evaluasi program MBG Pamekasan setelah keracunan
- Tim Rescue TNGR bersihkan sampah di tebing curam Gunung Rinjani
- DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
- Melihat dunia "gemoy"
- Masjid Huangcheng, cerita panjang toleransi beragama di Chengdu
- KBRI Phnom Penh bantu 97 WNI yang ditangkap polisi Kamboja
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
- BPOM dukung Kemenbud majukan kebudayaan lewat keanekaragaman hayati
Resep Populer
Rekomendasi

Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah

BKSDA Sampit lepas liarkan lutung diduga korban tabrak lari

Cegah keracunan MBG, Pemkot Bontang perketat pengawasan izin SLHS

Tersedak bisa berbahaya, ini cara pertolongan pertama yang tepat

Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda

Perkuat kualitas MBG, Pemkab latih petugas penjamah makanan

Huawei rilis Nova Flip S,ponsel lipat paling ramah di kantong versinya

Minum air hangat vs air dingin: Mana yang lebih baik untuk kesehatan?